Setelah belum lama ini Apple mengumumkan hasil laporan penjualan per kuartalnya, produsen ponsel asal Korea Selatan, Samsung Electronics, pun juga mengumumkan laporan per kuartalnya.
Apple yang telah memasuki tahun fiskal 2012 kuartal pertama dengan prestasi yang menakjubkan, Samsung pun juga meraih laporan yang membahagiakan, dengan kenaikan laba 17 persen dalam tiga bulan terakhir di tahun 2011. Kenaikan ini didominasi oleh penjualan ponsel cerdas miliknya.
Berdasarkan catatan Samsung, kuartal terakhir di tahun kemarin itu mencatat laba bersih 4 triliun won atau sekitar Rp 32,36 triliun, naik dari 3,42 triliun won atau sekitar Rp 27,67 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, untuk laba bersih tahun 2011 secara keseluruhan mengalami penurunan 15 persen dibandingkan dengan tahun 2010. Untuk tahun 2012, Samsung berencana untuk menginvestasikan modalnya sebesar 42 miliar Won atau sekitar Rp 339,81 miliar.
Samsung mengatakan bahwa perangkat mobile seri Galaxy memperoleh pendapatan yang melonjak 40 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski mengalami persaingan yang ketat dari para pesaingnya, seperti Apple, pengiriman ponsel cerdas tetap naik sekitar 30 persen pada kuartal keempat setiap tahunnya.
“Bisnis telekomunikasi kami terus mencatat penjualan yang solid dengan peningkatan pada ponsel cerdas kelas atas, menghasilkan harga penjualan rata-rata yang lebih tinggi,” ujar Wakil Presiden Senior dan Kepala Hubungan Investor Robert Yi, terkait pendapatan yang diraih Samsung.
James Roney dari Market Force mengatakan Samsung adalah pemain yang sangat kuat dan terdiversifikasi. Melihat ke depan untuk tahun ini, Samsung memperkirakan permintaan yang meningkat untuk ponsel cerdas tingkat pemula dan PC Tablet, serta permintaan yang konsisten untuk fitur ponsel.
Namun, tampaknya hasil yang kurang menggembirakan diperoleh Samsung dari TV dan monitor, yang menunjukkan kinerja yang datar pada bisnis panel. Kedua produk ini tampaknya tidak memiliki kinerja penjualan yang baik pada 2011.
Samsung memperoleh kerugian operasional sebesar 220 milliar won, dibandingkan dengan laba operasional yang hanya sebesar 100 miliar won.
Meski mengalami kerugian, tampaknya Samsung tidak akan mengendurkan investasinya dengan tetap mengeluarkan 25 triliun won dalam belanja modal tahun ini pada bisnis panel dan chip.
Belum lama ini, Samsung pun mengeluarkan produk TV terbarunya, yang dikendalikan oleh suara dan gerakan tangan, di Consumer Electronic Show di Las Vegas.
(BBC/ taufiq@oktomagazine.com)