fhc
Funny Quotes
If it's true that girls are inclined to marry men like their fathers, it is understandable why so many mothers cry so much at weddings.
OUR PARTNERS
Puasa Untuk Ibu Hamil dan Menyusui
ramadhan,menyusui, ibu,ASI

Umat muslim di seluruh dunia kini sedang bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Di bulan yang penuh dengan rahmat, setiap orang pun berlomba untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Para perempuan sejatinya pun ingin menjalani puasa dengan maksimal walau kondisi mereka seringkali terkendala dengan beberapa hal kewanitaan.

Bagi para perempuan hamil atau ibu menyusui, Anda tetap bisa berpuasa dengan memperhatikan beberapa hal seperti yang akan dijelaskan berikut ini.

Menurut dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB, seorang spesialis penyakit dalam dan konsultan penyakit lambung dan pencernaan, berpuasa ketika hamil aman dilakukan jika kehamilan sudah memasuki trimester kedua. Perempuan yang usia kehamilannya sudah memasuki bulan ketujuh atau kedelapan juga bisa tetap berpuasa.

Waktu yang tidak disarankan untuk berpuasa adalah jika kehamilan baru memasuki trimester pertama, karena kondisi kandungan masih sangat rawan. Dr. Ari juga menjelaskan bahwa pada masa trimester pertama, ibu hamil biasanya akan mengalami morning sickness, berupa mual atau muntah yang terjadi karena perubahan selera makan dan berat badan yang tidak disadari.

Dalam kondisi tersebut, ibu hamil biasanya akan kehilangan nafsu makan atau mengkonsumsi porsi yang lebih sedikit dari biasanya. Hal ini tentunya akan berakibat buruk bagi ibu dan janin bila tetap memaksakan untuk berpuasa.

Oleh karena itu, ibu hamil yang berpuasa harus memperhatikan asupan gizinya. Asupan gizi dan kalori haruslah tetap sama dengan kondisi normal atau pada saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 10-20 persen lemak. Jangan lupa pula untuk mempertimbangkan usia kandungannya ketika menjalankan ibadah puasa.

Ibu menyusui juga harus tetap memperhatikan asupan gizi mereka, seperti halnya ketika hamil. Menurut Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), ibu menyusui sebaiknya tetap makan tiga kali sehari, yaitu saat sahur, buka puasa, dan setelah salat Tarawih dengan gizi yang seimbang pula.

Selain itu, jangan pernah lupa untuk banyak minum, jangan sampai sang ibu dehidrasi. Asupan buah dan sayur pun tidak boleh ditinggalkan. Ibu menyusui yang tetap ignin berpuasa sebaiknya juga mengetahui kemampuan diri masing-masing, karena kondisi setiap ibu juga berbeda-beda.

Sebenarnya cukup banyak ahli laktasi yang menyarankan para ibu yang masih memiliki bayi di bawah usia enam bulan untuk tidak berpuasa. Hal itu karena satu-satunya sumber nutrisi bayi adalah dari ASI, sehingga ibu pun disarankan untuk menunda terlebih dahulu puasanya. Namun, bagi ibu yang memiliki bayi usia enam bulan ke atas, sudah mulai makan, dan mendapatkan makanan pendamping ASI, baru boleh dipersilakan untuk berpuasa.

Mia Sutanto, ketua AIMI, juga menambahkan para ibu yang masih menyusui juga memperhatikan kondisinya. Seandainya ia sudah merasa tidak kuat, pusing, dan merasa ada perubahan pada volume produksi ASI-nya, maka dia bisa membatalkan puasanya.

Untuk mengetahui volume produksi ASI menurun, sang ibu bisa membandingkan kondisi bayi sebelum dan sesudah dirinya berpuasa. Jika setelah selesai menyusu saat ibu berpuasa bayi masih rewel, minta menyusu terus, dan menyusunya lama, maka itu indikator bahwa bayi tidak cukup mendapatkan ASI. Namun jika setelah selesai menyusu sang bayi langsung tertidur, tenang, dan tidak rewel, maka itu berarti ASI-nya cukup.

Jadi, walaupun sedang hamil ataupun menyusui, Anda bisa tetap berpuasa dengan memperhatikan beberapa hal tersebut.

(andy@oktomagazine.com)

read this
x
Konsultasi Psikologi
OktoTips
Okto Radio
101.0 Jak FM
101.0 Jak FM
98.7 Gen FM
98.7 Gen FM
Do You Know ?
The ice that covers 98% of Antarctica holds 90% of the worlds fresh water.