Apakah anda orang tua yang konservatif? Jika iya, pikirkan lagi sikap dan cara pandang Anda dalam menghadapi anak-anak yang sudah mulai menginjak remaja. Dari beberepa metode dan penelitian, tidak ada anak yang sama.
Jadi jika sebagai orang tua Anda merasa sukses mendidik kakak dengan cara yang cenderung lurus, dengan dispilin yang ketat, belum tentu bisa diterapkan pada anak kedua, ketiga, dan seterusnya
Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut.
Trauma-trauma dalam hidupnya harus diselesaikan, konflik-konflik psikologis yang menggantung harus diselesaikan, dan mereka harus diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Siapa yang harus menyelesaikan masalah mereka?
Tidak gampang untuk menjawabnya. Tetapi, memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak membantu mengurangi kenakalan remaja. Minimal tidak menambah jumlah kasus yang ada.
Kebanyakan orang tua hanya menyediakan materi dan sarana serta fasilitas bagi si anak tanpa memikirkan kebutuhan batinnya. Orang tua juga sering menuntut banyak hal tetapi lupa untuk memberikan contoh yang baik bagi.
Sebenarnya kita melupakan sesuatu ketika berbicara masalah kenakalan remaja, yaitu hukum kausalitas. Sebab, dari kenakalan seorang remaja selalu dikristalkan menuju faktor eksternal lingkungan yang jarang memperhatikan faktor terdekat dari lingkungan remaja tersebut dalam hal ini orang.
Orang selalu menilai bahwa banyak kasus kenakalan remaja terjadi karena lingkungan pergaulan yang kurang baik, seperti pengaruh teman yang tidak benar, pengaruh media massa, sampai pada lemahnya iman seseorang.
Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
Jangan pernah meragukan remaja dalam memilih memilih teman. Jika remaja memilih teman-teman yang berciri pemberontak, itu hanyalah cermin dari sikapnya yang ingin melawan aturan. Melawan aturan adalah kebanggaan bagi mereka. Makin banyak hal yang dilanggar makin eksis mereka sebagai pemberontak.
Jika dalam keluarga sikap pemberontakannya tersalurkan, aturan-aturan yang dilanggar dan eksistensinya sebagai pemebrontak dapat disalurkan dan diakomodasi oleh keluarga, mungkin mereka tidak perlu menunjukkannya dengan memasuki lingkungan para pemberontak.
Remaja tidak pernah nakal, mereka hanya butuh waktu untuk untuk mengenal dirinya sendiri dengan membuat aturan bagi dirinya sendiri. Dorongan untuk madiri tersebut sering bersinggungan dengan sikap dan aturan orang tua yang cenderung anti kompromi. Sedangkan menantang mereka untuk terbang sendirian juga tidak mungkin karena daya juang untuk menafkahi dirinya sendiri belum sempurna.