Seperti halnya Windows, banyak pencipta virus menyerang operating system besutan Microsoft tersebut. Hal ini juga terjadi pada Android. Namun seberapa besar masalah yang muncul karena serangan malware tersebut?
Dalam dunia PC, mungkin Windows adalah target yang sering dijadikan obyek serangan para pencipta virus komputer. Hal tersebut dikarenakan kepopuleran operating system besutan Microsoft tersebut meraih hati para pengguna perangkat elektronik di dunia.
Apabila di dunia PC ada Windows, di dunia handset, Android adalah operating system yang juga sering dijadikan obyek serangan malware. Menurut perusahaan sekuritas Rusia, Kaspersky Labs, masalah yang ditimbulkan dari serangan malware tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata saja.
Dalam pantauannya, untuk kuartal kedua tahun 2012 saja, jumlah malware terus meningkat. "Sekitar 14.900 malware baru diciptakan untuk menginfeksi Android di kuartal kedua 2012 ini," ungkap Kaspersky seperti yang dikutip oleh Forbes (17/08).
Kaspersky beranggapan bahwa lonjakan penciptaan malware baru untuk Android ini dikarenakan banyaknya handset dan perangkat elektronik sejenis yang menggunakan operating system besutan Google ini. "Di kemudian hari jumlahnya akan terus bertambah.
malware diciptakan untuk mencuri data-data penting atau mencuri uang dari credit card pengguna Android," jelas Yuri Namestnikov, Senior Malware Analyst Kaspersky Lab.
Namun pernyataan berbeda diungkapkan oleh perusahaan sekuritas lain, F-Secure. Perusahaan ini hanya mencatat setidaknya terdapat 40 jenis varian malware baru untuk Android sampai saat ini.
Perbedaan jumlah identifikasi dari dua perusahaan tersebut terdapat pada cara bagaimana keduanya menggunakan sample pengidentifikasian. Namun mengesampingkan jumlah 14.900 atau 40 tersebut, dengan munculnya beragam varian malware baru menandakan keberhasilan Google dalam memproduksi operating system untuk handset sehingga menarik perhatian para cybercriminal dalam menciptakan virus untuk Android.
(merdeka.com/andreas)
