Apple boleh saja berbangga diri sebagai salah satu perusahaan yang selalu mengedepankan kualitas dan inovasi-inovasi tinggi di setiap produk terbarunya. Namun bila merujuk sebuah survey yang dirilis oleh situs ComScore, rasanya Apple masih harus menerima kenyataan bahwa Google masih menjadi perusahaan teknologi yang masih mendapat kepercayaan di antara konsumen-konsumen pengguna gadget.
Dalam survey tersebut, ComSocre mengumpulkan data dari sebanyak 30.000 pengguna smartphone dan pelanggan operator pasca-bayar dalam periode tiga bulan hingga bulan Mei 2012. Dari riset tersebut, ditemukan bahwa 25,7 persen dari para konsumen menggunakan ponsel bermerk Samsung. Satu fakta yang cukup mengejutkan adalah sebanyak 50,9 persen konsumen mempercayakan Google Android sebagai sistem operasinya.
Hal ini menunjukkan bahwa Samsung dan Google bersama-sama menunjukkan grafik peningkatan yang cukup stabil. Terlebih bila dibandingkan dengan hasil survey yang ComScore rilis pada bulan Juni lalu, dimana Android tetap meraih presentase 0,8 persen dari bulan Februari untuk angka pertumbuhan pasar. Sedangkan Samsung sendiri menunjukkan angka 0,1 persen, dengan beberapa pesaingnya mengincar di belakang kedua nama tersebut.
Apple dengan iOS-nya sendiri hingga saat ini masih berdiri di urutan kedua di belakang Google Android dengan pengguna sebanyak 31,9 persen. Sedangkan Research In Motion (RIM) berada di urutan ketiga dengan 11,4 persen pemakai dan diikuti oleh Microsoft angka 4 persen, lalu Symbian (1,1%).

Sedangkan di kategori manufacturer, Apple kembali membuat kejutan. Namun kali ini bukan karena prestasinya, melainkan “kekalahannya” dari pabrikan asal Korea Selatan. Samsung telah memastikan predikatnya sebagi merk yang paling banyak digunakan, disusul LG di urutan kedua dengan jumlah 19,1 persen. Apple masih harus berdiri di peringkat ketiga dengan 15 persen pengguna, diikuti Motorola (12%), dan HTC (6,1%).
Berdasarkan data-data tersebut, terlihat jelas bahwa Android berhasil membuat para konsumen puas dengan berbagai pengembangan yang telah dilakukan oleh pihak pengembang perusahaan. Di sisi lain, Apple masih harus berusaha untuk membuat inovasi-inovasi terbaru yang bisa kembali menarik perhatian para penggunanya. Sedangkan bagi Microsoft, peluncuran Windows Phone 8 bisa menjadi salah satu kunci untuk bisa bersaing secara nyata di dunia smartphone.
Di samping menunjukkan angka-angka pengguna gadget, survey tersebut juga menunjukkan bahwa para konsumen lebih sering menggunakan ponselnya untuk berkirim pesan singkat atau SMS dibandingkan untuk meng-update status di jejaring soial. Sebanyak 74,8 persen pengguna lebih memilih untuk menggunakan fitur SMS lewat smartphone.
Sedangkan 51,1 persen konsumen menggunakan ponselnya untuk mengunduh aplikasi-aplikasi terbaru yang tersedia dan 49,8 persen memanfaat fasilitas internet dengan berselancar di dunia maya. Hanya 30 persen dari para pengguna smartphone memilih untuk mengakses jejaring sosial atau menulis di blog pribadi.
