Lagi-lagi Google meramaikan peta persaingan teknologi dunia maya. Kali ini, perusahaan yang dibangun oleh Sergey Brin dan Larry Page tersebut tengah membangun sebuah produk terbaru bernama Google Latitude. Diprediksi, Latitude sengaja dibentuk untuk menyaingi kesuksesan Foursquare.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Latitude dibangun oleh Google sebagai salah satu aplikasi yang menggunakan layanan location-based check-in. Dan seperti yang telah dilakukan oleh Google pada produk-produk mereka, Latitude akan mampu berhubungan dan tersinkronisasi dengan Google Maps dan Google+.
Google juga sengaja membuat aplikasi Latitude agar mudah digunakan para pemakainya. Tampilan Leaderboard dari Latitude tampak cukup mirip dengan Foursquare. Hal ini bisa memudahkan para penggunanya untuk berinteraksi tanpa terlalu repot mempelajarinya.
Cara pemakaiannya Latitude juga mempunyai kemiripan dengan Foursquare. Latitude memungkinkan para penggunanya untuk mencari lokasi tempat mereka berada di Google Maps, melakukan check in, lalu membaginya di situs Google+. Persis seperti Foursquare.
Setelah Anda melakukan check in di Latitude, maka Anda bisa melihat bagaimana “persaingan” Anda dengan teman-teman yang mempunyai akun Latitude pada Leaderboard. Seperti di Foursquare, Anda dapat meraih nilai bila melakukan check in di tempat yang spesifik. Namun, Google tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai sistem penilaian tersebut.
Pemiik akun juga bisa membatasi siapa saja yang bisa melihat posisi kita pada saat itu. Namun, Google juga memberikan sebuah peringatan atau
disclaimer bagi para penggunanya, “Your points may be visible to other Google+ users, making it easier to find friends and play together”.
Google mengatakan bahwa aplikasi ini akan tersedia di semua ponsel yang diperkuat oleh sistem operasi Android. Belum ada kepastian apakah fasilitas ini juga akan tersedia untuk iPhone maupun iPad.
Dengan dirilisnya aplikasi Google Latitude, Google seolah ingin menyatakan bahwa mereka ingin membangun sebuah integrasi yang lebih baik antara jejaring sosial Google+ dan Google Maps. Selain itu, Google juga tengah mencoba untuk menyaingi kepopuleran aplikasi-aplikasi lainnya, seperti Foursquare, Facebook dan Path. Namun, abcnews.go.com mengatakan bahwa Foursquare adalah pesaing terdekat Latitude.
Menanggapi pesaing terbarunya, pihak Foursquare menyatakan bahwa mereka tidak khawatir dengan kehadiran Latitude. “Ada lebih dari 15 juta orang yang menggunakan Foursquare dan mereka telah melakukan check in sebanyak 1,5 juta kali,” ucap juru bicara dari Foursquare, Erin Gleason, seperti dikutip Oktomagazine dari abcnews.go.com.
“Daripada kami memusatkan perhatian kepada usaha orang lain, lebih baik kami berkonsentrasi 100 persen pada pengembangan berkelanjutan kami untuk membangun sebuah produk yang mampu mengubah dunia untuk para pengguna kami,” tutup Gleason.
Dengan beberapa kegagalannya, terutama Google+ yang tidak berhasil menyaingi kepopuleran Facebook dan Google Buzz terhadap Twitter, Latitude merupakan salah satu produk aplikasi yang diharapkan tidak mengalami kegagalan seperti para pendahulunya.
(abcnews.go.com/ andreas@oktomagazine.com)
