Bagi sebagian orang, nama Raden Saleh “hanyalah” seorang maestro pelukis. Bahkan beberapa orang hanya mengenalnya dari lukisan-lukisannya yang terkenal. Namun, tak banyak yang mengetahui betapa kuatnya hubungan Raden Saleh dengan Jerman dan betapa besar ia dikenal dan dipuja di Eropa.
Berangkat dari keresahan tersebut, maka Goethe Institute Jakarta bersama Galeri Nasional Jakarta dan beberapa partner lainnya menggagas sebuah pameran yang menampilkan karya-karya utama dari Raden Saleh. Direncanakan pameran yang akan berjudul “Raden Saleh dan Awal Seni Lukis Modern Indonesia” tersebut akan memamerkan 40 lukisan dan gambar dari koleksi pribadi maupun publik.
Pameran ini juga merupakan upaya perdana dalam mengumpulkan karya-karya Raden Saleh dalam sebuah pameran yang komperehensif dan membuat luksan dari “Bapak Modernitas Jawa” tersebut menjadi terhubung. Pameran ini juga menjadi pameran petama yang menyatukan seluruh karya Raden Saleh yang tersimpan di museum-museum dan juga istana-istana yang ada di Indonesia.
“Selain itu, tujuan dari pameran ini adalah agar karya-karya dari Raden Saleh bisa diapresiasi oleh masyarakat Indonesia,” ujar Tubagus Andre Sukmana saat menjalani konferensi pers di Galeri Nasional Indonesia, pada 25 Mei 2012. “Ini adalah sebuah kesempatan yang sangat langka. Kita seharusnya bisa lebih memberikan apresiasi kepada seorang Raden Saleh.”
Kurangnya apresiasi terhadap seorang Raden Saleh juga disuarakan oleh Goenawan Mohamad yang hadir sebagai penasihat. “Pemerintah Indonesia diharapkan untuk lebih peduli terhadap karya-karya Raden Saleh,” ujar Goenawan dalam kesempatan tersebut. “Tidak ada bentuk kepedulian dengan perawatan terhadap lukisan-lukisan karyanya.”

Sayangnya, Raden Saleh sedikit dikenal oleh masyarakat di Indonesia pada saat ini. Padahal, dia adalah salah satu pelukis terbaik yang pernah dimiliki oleh bangsa ini. Raden Saleh juga dianggap sebagai artis modern pertama dari Indonesia dan seluruh lukisannya selalu mempunyai tema romantisme abad ke-19. Pada waktu itu, tema romantisme sangatlah populer di seluruh tanah Eropa.
Pangeran Raden Saleh Syarif Bustaman lahir pada tahun 1811. Ia besar di keluarga Tumenggun Kyai Ngabehi Kertoboso Bustaman yang adalah keluarga bupati dan bangsawan terkenal di Indonesia pada jamannya. Bila dirunut lebih jauh lagi, Raden Saleh adalah cucu dari Sayyid Abdulah Bustaman. Ayahnya adalah Sayyid Husen bin Alwi bin Awal bin Yahya, seorang pria dengan darah Arab.
Sejak berumur 10 tahun, Raden Saleh telah hidup di lingkungan Belanda. Kegemarannya dalam menggambar bahkan telah menonjol sewaktu menempuh pendidikan di sekolah rakyat (Volks-school). Berbekal sifatnya yang ramah, ia menjadi mudah diterima oleh kalangan orang-orang Belanda dan lembaga-lembaga elite Hindia-Belanda. Sampai akhirnya, Prof. Caspar Reinwardt, pendiri Kebun Raya Bogor, mengenalkan Raden Saleh kepada A.A.J. Payen yang menjadi pembimbingnya.
Raden Saleh sendiri adalah pelukis Asia pertama yang mengenyam pendidikan dan pengalaman di Eropa. Namun demikian, akar budaya Jawa tetap melekat kuat dalam dirinya. Hal tersebut bisa terlihat jelas dalam semua hasil karyanya. Selain itu, pengaruhnya yang cukup besar dapat terlihat dengan jelas sebagai titik awal dari sistem visual yang baru dalam seni lukis Indonesia.
Bila Anda ingin memberikan apresiasi terhadap karya-karya lukisan seorang maestro seni rupa Raden Saleh, maka pameran yang akan digelar pada tanggal 3 - 17 Juni 2012 adalah saat yang tepat.