Di Amerika bahkan di banyak negara termasuk Indonesia aspirin merupakan obat sakit kepala yang populer. Dari toko kelontong, mini-market, toko obat sampai apotik berbintang pun pasti menyediakan obat ini. Bahkan dihampir setiap kotak obat terdapat minimal satu strip aspirin.
Aspirin terkenal sebagai obat anti-inflammatory, penghilang rasa sakit, dosis kecilnya ( 81 miligram) jika dikonsumsi setiap hari bisa menghindarkan diri dari serangan jantung dan stroke.
Bahkan sebuah penelitian paling anyar (20/3/12) yang terbit di Lancet and Lancet Oncology menunjukkan bahwa aspirin bisa memperlambat penyebaran kanker hingga 37%.
Akan tetapi aspirin tidak bekerja maksimal pada semua orang, ada juga resikonya bagi beberapa orang yang mengkonsumsi aspirin secara teratur.
Jurnal Cancer edisi 2008 melaporkan bahwa pria yang menggunakan aspirin dan NSAID secara teratur akan menghambat deteksi terhadap kanker prostat.
Sementara itu pada tahun 2010 American Journal of Medicine melaporkan bahwa penggunaan aspirin secara rutin, minimal 2 kali seminggu, akan meningkatkan resiko gangguan pendengaran.
Penderita diabetis tidak akan mendapatkan manfaat dari konsumsi aspirin secara teratur. Menurut British Medical Journal pada tahun 2008, aspirin memang bisa mencegah serangan jantung pertama akan tetapi bagi penderita diabetis hal tersebut tidak akan berpengaruh. Pasalnya, penderita diabetis memiliki kemungkinan mendapat serangan jantung 2 kali lipat dibandingkan dengan yang tidak menderita diabetis.
Ditahun yang sama British Medical Journal juga menerbitkan sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa aspirin tidak disarankan bagi orang telah divonis menderita sakit jantung. Dalam penelitian tersebut juga disebutkan jika penderita jantung mengkonsumsi aspirin justru empat kali lebih mungkin mengalami serangan jantung, stroke, bahkan kematian.
Aspirin mungkin sangat bermanfaat pada pria, namun tidak begitu bermanfaat bagi perempuan. Penelitian yang dilakukan oleh U.S. Preventive Services Task Force pada tahun 2009 justru tidak merekomendasikan aspirin untuk dikonsumsi perempuan.
Dengan aspirin jantung bisa sedikit terselamatkan namun tidak dengan lambung. Konsumsi aspirin yang teratur akan membahayakan lambung bahkan bisa mengakibatkan radang lambung.
Aspirin membuat platelet darah menjadi kurang lengket, akibatnya darah cenderung menggumpal. Hal ini sangat berisiko jika perdarahan terjadi di otak, bisa berakibat fatal.
Selain mengurangi resiko kanker dan serangan jantung, mengkonsumsi aspirin secara teratur mampu melindungi dari resiko penyakit parkinson, alzheimer, dan penyakit asma bagi perempuan pada usia senja.
Sebuah penelitian di Lancet pada tahun 2007 menyatakan bahwa perempuan hamil yang mengkonsumsi aspirin atau obat antiplatelet akan mengurangi dampak serangan pre-eclampsia. Tentu saja penggunaan aspirin bagi perempuan hamil harus dikonsultasikan dengan dokter kandungan, apapun keputusannya harus dipercaya.
Apakah Anda termasuk yang mengkonsumsi aspirin setiap hari namun belum pernah berkonsultasi dengan dokter? Sebaiknya segera berkonsultasi.
(Sarah Baldauf, Angela Haupt- health.yahoo.net/ felly@oktomagazine.com)