Tanyakan pada setiap orang tua baru tentang apa yang diinginkan setelah anak pertama mereka lahir. Tentu saja secepat mungkin untuk saling berbagi tubuh dengan khidmat. Di satu sisi, anak memang bisa menjadi pelengkap kebahagiaan.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran anak juga membutuhkan komitmen waktu yang luar biasa dan karena hal itu maka menemukan waktu untuk bersama pasangan adalah sesuatu yang sangat sulit.
Lalu kenapa Anda dan pasangan ingin segera menikmati seks paska melahirkan? Salah satu alasan yang paling klasik adalah, saat hamil tidak bisa melakukan ‘jurus-jurus’ tertentu karena ada rasa takut menyakiti calon anak. Sehingga ketika si anak sudah lahir ingin segera melepaskan sesuatu yang terpendam selama 9 bulam lebih.
Sebetulnya, enam minggu pasca melahirkan hubungan seksual sudah bisa dilakukan lagi. Beberapa dokter menyebutkan, waktu empat minggu atau ketika cairan yang dikeluarkan dari liang senggama setelah melahirkan, sudah berhenti dapat dilakukan hubungan seksual.
Alasan utama menghindari senggama pasca persalinan adalah untuk memberi peluang bagi jaringan genital wanita untuk sembuh, terutama jika mengalami episiotomi atau guntingan untuk memperlebar jalan lahir sehingga membantu memperlancar bayi keluar. Mencegah timbulnya infeksi merupakan alasan lainnya.
Perlu diketahui pula bahwa masa setelah melahirkan selama 6 minggu atau 40 hari, menurut hitungan awam, merupakan masa nifas yang penting untuk terus dipantau. Nifas merupakan masa pembersihan rahim, sama halnya seperti masa haid. Darah nifas mengandung trombosit, sel-sel degeneratif, sel-sel mati, dan sel-sel endometrium sisa.
Oleh sebab itu, pemeriksaan ulang pasca persalinan biasanya dilakukan setelah enam minggu, dan enam minggu adalah waktu dimana rahim telah kembali pada ukuran sebelum hamil. Pengecilan rahim adalah perubahan fisik utama pasca persalinan yang terakhir. Beberapa minggu dan bulan pasca persalinan, hasrat seorang perempuan untuk bersenggama mungkin berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali.
Sebuah penelitian di Australia mendapatkan bahwa enam minggu adalah waktu rata-rata bagi para perempuan pasca persalinan untuk mulai melakukan hubungan seks. Tetapi penelitian tersebut juga menemukan bahwa sekitar setengah dari mereka yang memiliki masalah sejak awal, terus mengalaminya selama tahun pertama pasca persalinan.
Penelitian lain menemukan, 20 persen perempuan yang baru pertama kali melahirkan membutuhkan waktu 6 bulan untuk merasa nyaman secara fisik saat bersenggama, dengan waktu rata-rata sekitar 3 bulan.
Untuk itu lakukanlah pendekatan yang tepat pada pasangan. Komunikasikan keinginan Anda dan pasangan. Tidak ada salahnya jika pasangan dan liang senggama sudah siap, buatlah kencan khusus, mulailah berkencan layaknya kencan pertama semasa pacaran dulu.
Untuk dingat, lakukanlah dengan pelan, cari posisi yang paling nyaman. Perhatikan keinginan pasangan perempuan karena bisa jadi masih terdapat kekhawatiran dan trauma kesakitan. Foreplay yang cukup sangat penting untuk lubrikasi. Selamat bersenggama dengan khidmat.
(pondokibu.com/ felly@oktomagazine.com)