Beberapa fakta mengenai orgasme
Orgasme merupakan obyek pembicaraan yang menarik, semenarik induknya. Kata orgasme di benak para pria adalah kenjantanan dan tugas utamanya untuk menghantar perempuan pada puncak kenikmatan.
Kata yang mewakili puncak kenikmatan ini pertama kali ditemukan oleh Sigmund Freud. Freud membaginya dan meneorikan orgasme. Maka setelah itu bermunculan banyak teori-teori lain yang dikembangkan oelh para peneliti orgasme.
Jika kemudian orgasme menjadi orientasi dalam berhubungan seksual dengan pasangannya, maka merekapun menggali informasi tentang bagaimana mendapatkan orgasme. Namun dibalik itu, masih banyak perempuan yang merasa kebingungan apakah mereka telah mencapai orgasme atau belum. Mungkin fakta-fakta orgasme yang dikumpulkan dari berbagai sumber berikut ini bisa membantu.
Penulis buku The Science of Orgasm, Dr Barry Komisaruk, mengatakan bahwa hanya ada beberapa perempuan yang tidak bisa mengalami orgasme. Ketidakmampuan tersebut disebabkan oleh keadaan yang khusus atau mengalami kelelahan dan gangguan psikologis.
Lebih dari 70% perempuan mengalami orgasme karena mendapat stimulasi klitoris secara langsung dan tidak seperti pria, perempuan bisa mendapatkan orgasme berkali-kali.
"Saat terangsang, dirangsang oleh pasangannya, perempuan tidak cepat turun seperti halnya pria. bahkan setelah melakukan hubungan seks perempuan masih berada di area kenikmatan,” kata Dr Yvonne K Fulbright, seksolog Amerika. "Perempuan juga bisa kembali lagi pada permainan, dan mendapatkan kembali orgasme-orgasme yang berulang."
Sementar itu menurut Dr A Chakravarthy, konsultan di Kedokteran Reproduksi & Seksual di International Association of Sexual Medicine, mengatakan bahwa satu dari tiga perempuan mendapatkan orgasme secara teratur selama hubungan seksual.
Sedangkan dua dari tiga perempuan dapat mencapai orgasme dengan melakukan hubungan seksual dengan catatan dibutuhkan tindakan ekstra untuk membangkitkan gairah seksualnya.
Penelitian terbaru yang dilakukannya menunjukkan bahwa perempuan bisa mencapai orgasme kapan pun dia mau. Bagaimana seorang perempuan mencapai orgasme tidak ada hubungannya dengan kesehatan mental atau kedewasaan emosionalnya
Peneliti seks Cauthery dan Cole yang juga penulis 'The Fundamentals Of Sex' mengklaim bahwa orgasme mungkin saja bisa terjadi hingga 100 kali dalam satu hari pada wanita. Namun itu bukanlah hal normal.
Perempuan yang orgasme puluhan kali dalam satu waktu bisa disebabkan karena menderita Permanent Sexual Arousal Syndrome, suatu keadaan dimana terjadi peningkatan peredaran darah ke organ seksual. Perempuan dengan gangguan ini bisa orgasme hanya karena suara dengungan pengering rambut atau gemuruh kereta api saat lewat.
Dr Rosemary Basson dari University of British Columbia mengatakan, pencapaian klimaks hanyalah salah satu bagian dari proses berhubungan seksual. Maka seks yang hebat tidak berarti harus mendapatkan orgasme setiap saat pasangan melakukan hubungan seksual. Bagi perempuan, sangat mungkin mereka merasakan kepuasan secara seksual pada tahapan apapun (foreplay, penetrasi, klimaks, after sex) tidak hanya ketika orgasme.
(felly@oktomagazine.com)