Semakin berkembangnya industri otomotif di Indonesia, dapat kita rasakan dengan melihat semakin banyaknya mobil-mobil terbaru, dengan berbagai jenis, bentuk mobil, warna, dan keunggulan-keunggulan lain yang membuat para pencinta otomotif semakin addict untuk mengamati setiap perkembangan yang ada.
Baik mobil bertipe SUV (Sport Utility Vehicle), hatchback, MPV (Multi Purpose Vehicle), sedan, coupe, crossover, dan lainnya, semua dapat dilihat merambah dunia otomotif tanah air dengan gencar-gencarnya. Bahkan mobil-mobil baru ini pun tidak hanya berseliweran di jalan raya perkotaan tetapi juga di pedesaan.
Salah satu langkah awal berkembangnya industri otomotif Indonesia adalah masuknya mobil-mobil dengan teknologi terkini dan beberapa di antaranya bahkan menawarkan teknologi konsep masa depan.
Salah satu teknologi terkini yang menunjukkan tingkat kemajuan dunia otomotif yang positif di Indonesia adalah teknologi CVT (Continuously Variable Transmission).
Berbeda dengan transmisi manual dan otomatis yang dapat dijumpai pada mobil-mobil produksi tahun yang lebih rendah, yang memanfaatkan sistem gear, CVT mencoba menciptakan perbandingan putar dengan memanfaatkan sabuk (belt) dan puli.
Puli pada CVT ini sangat fleksibel dimana ia dapat mengurangi ataupun menambah diameternya dan menghasilkan perubahan rasio yang diharapkan.
Namun sayang, saking halusnya CVT, ia tidak dapat terlalu diandalkan dalam menghasilkan tenaga dengan kapasitas besar. Inilah sebabnya mengapa sistem CVT ini biasanya hanya digunakan pada mobil-mobil berukuran compact atau kecil.
Menggeliatnya industri otomotif Indonesia ini, mau tidak mau membuat kita sedikit mundur kepada kemunculan mobil sport prototipe mobil nasional Esemka beberapa waktu lalu. Harus diakui bahwa kemunculan mobil ini juga ikut berpengaruh dalam menyalakan kembali semangat masyarakat kita dalam perkembangan industri otomotif di tanah air. Hal ini seolah membuka mata kita bahwa anak bangsa sendiri ternyata mampu memproduksi mobil.
Dan kini Indonesia akan segera meluncurkan prototipe mobil sport listrik murni buatan lokal. Saat ini mobil tersebut masih dalam pengembangan dan ditargetkan meluncur pada Agustus 2012. Prototipe mobil listrik tersebut dibuat di Kadipaten, Yogyakarta, dengan investasi Rp 1,5 miliar. Desainnya sendiri bahkan disebut-sebut mirip dengan Ferrari seperti yang dilansir dari kompas.com.
Apapun hasilnya nanti, hal ini sudah cukup membuktikan bahwa perkembangan dunia otomotif yang ada memberikan sinergi yang baik dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik kedepannya.