fhc
Funny Quotes
If it's true that girls are inclined to marry men like their fathers, it is understandable why so many mothers cry so much at weddings.
OUR PARTNERS
Psychology
Semangat 45
character camp, rudarto, semangat 45
Character Camp tidak menjamin perubahan instan

Seorang pemilik perusahaaan kepada saya setelah serangkaian kegiatan di Character camp, “Setelah sehari ikut outbound di Character Camp RiverSide akan ada perubahan apa pada karyawanku, Pak?”

“Tidak ada.”

“Kalau dua hari?”

“Juga tidak ada.”

“Seminggu?”

“Saya tidak menjamin bahwa sepulang dari pelatihan, karyawan Anda akan berperilaku sesuai keinginan Anda”, jawab saya bersungguh-sungguh.

“Tetapi tadi mereka berkomitmen untuk lebih bisa bersinergi, lebih proaktif…”

“Benar, Pak. Tapi jangan kaget kalau sebagian dari mereka meninggalkan komitmennya di gerbang itu.” Saya menunjuk pintu gerbang base camp. “Seusai pelatihan, saya selalu siap memunguti komitmen-komitmen yang lupa dibawa pulang. Wkwkwk…”.

Ajaklah anak laki-laki yang berusia enam tahun untuk menonton film cow boy. Ketika dia terinspirasi oleh kepahlawanan jagoan dalam film itu, dia akan bersemangat dan berlagak seperti jagoan. Jari-jarinya mengacung membentuk sebuah pistol. Tetapi ketika ibunya mempertanyakan acungan jari itu, ia akan tersipu malu. Lalu dia akan meluruskan jari-jarinya, dan kembali menjadi anak-anak - bukan cow boy jagoan. Inilah yang disebut cinema syndrome.

Banyak orang terinspirasi oleh kata-kata bijak seorang motivator, atau bahkan terpicu berubah oleh sentuhan hypnotherapist. Setelah mengikuti sebuah ceramah yang hebat, ia bangkit berubah dan berhasil membangun karakternya. Tetapi beberapa orang hanya mengalami ‘cinema syndrome’.

Mereka mendapat pemahaman, pencerahan, termotivasi, bangkit, sadar, bertobat dan bertekad bulat untuk berubah sebatas ketika sedang mendengarkan nasihat sang motivator. Sesaat setelah ceramah usai, tekad bulat itu lenyap, menguap, berkelebat di balik pintu bersama punggung sang motivator. Mereka mengalami demam semangat 45. Maksudnya, bersemangat selama 45 menit.

Menanggapi hal tersebut, para pionir membuat bermacam terobosan radikal. Sebut saja beberapa contoh: Sosaku Kobayashi mengembangkan karakter anak-anak Jepang di Tomoe Gakuen. Benjamin Franklin (1706 – 1790), perumus Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, mendirikan Proyek Kebajikan. Yang ter-trendy adalah Kurt Hahn, yang menggembleng orang muda lewat Outward Bound School.

Para motivator dan hypnotherapist bekerja praktis, indoor, dan dengan durasi waktu pendek. Pak Hahn menambahkan unsur waktu . Ia membangun karakter lewat perbuatan lapangan, dengan durasi waktu panjang. Dari sikap dan perbuatan yang diulang-ulang diharapkan muncul kebiasaan yang akan berakumulasi menjadi sebentuk karakter. Sebuah pekerjaan yang tidak praktis, namun sebagian orang memerlukannya.

Meneladan para pionir itu - belajar dari 4 komunitas di laboratorium karakternya - , Character Camp RiverSide mengajak orang muda untuk melakukan diet. Program diet - semacam pantang - itu dijalankan layaknya sebuah askese, (Jw : laku). Program diet ini menerapkan semangat Teresa: tidak melakukan hal besar, tetapi melakukan hal kecil dengan cinta yang besar.

Selebihnya - juga menyimak anjuran Teresa - perbuatan dan pembiasaan yang baik dilakukan tanpa menunggu atasan, teman, atau menunggu kegiatan itu menjadi trendy terlebih dahulu.

Diawali dengan kegiatan kognitif sebagai acuan tindakan, program tidak dimaksudkan sebagai sebuah wacana atau bahan diskusi ilmiah. Program ini tidak berpretensi untuk berteori atau memotivasi, tetapi menawarkan tindakan diet yang sepele, terjangkau, terukur, melangkah setapak, dan diharapkan hasilnya bisa segera dibuktikan dan dinikmati.

Program lebih merupakan sebuah agenda acara untuk bertindak nyata, membuat kebiasaan, dan membentuk karakter pelakunya. Sehubungan dengan prioritas pada tindakan ini, peserta tidak berkewajiban untuk mengacu pada ‘Daftar Menu Diet’ - yang disediakan. Situasi subyektif lapangan -lah yang menentukan pemilihan tema diet.

Program menekankan ketaatan pada nilai, menggunakan strong willingness secara konsisten. Sikap taat kepada sebuah otoritas - yang selalu terbatas itu - tidak dapat berlawanan dengan nilai-nilai yang lain. Seorang yang sedang melakukan diet ketaatan justru harus menolak paksaan otoritas yang melawan nilai keadilan, dan kejujuran.

Apakah diet ini berhasil baik? Belum tentu. Bukankah perubahan hanya dapat dilakukan oleh diri sendiri?

Ot Rudarto
Ot Rudarto
Pamong dan pendiri Character Camp RiverSide Malang, sebuah lembaga pendidikan yang concern pada pembentukan karakter anak bangsa.
email: obiasa@yahoo.com
read this
x
Konsultasi Psikologi
OktoTips
Okto Radio
101.0 Jak FM
101.0 Jak FM
98.7 Gen FM
98.7 Gen FM
Do You Know ?
The ice that covers 98% of Antarctica holds 90% of the worlds fresh water.