Selingkuh merupakan masalah yang mengesalkan, menjengkelkan, dan cenderung membuat pasangan yang dicurangi sangat marah bahkan luka batinnya sulit terobati. Bahkan banyak kasus depresi karena merasa dikhianati. Ya, selingkuh itu memang perilaku yang kurang baik.
Perselingkuhan memang selalu berujung pada permasalahan. Masalahnya adalah, kenapa perselingkuhan selalu dialami oleh hampir setiap orang – baik sebagai pelaku atau korban.
Kenapa dan mengapa terjadi perselingkuhan, pastilah banyak pembenarannya. Tidak disebutkan karena memang banyak dan realistis. Peselingkuh melakukan kecurangannya dengan berbagai alasan dan terjadinya kecurangan tersebut sangat bergantung pada peselingkuh dan pasangan selingkuhnya. Tetapi hal yang menarik adalah mengupas apa yang ada dibalik kepala para peselingkuh.
Marah
Marah berkepanjangan sering membuat pasangan saling merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan yang panjang akan membuat pasangan untuk mencari kenyamanan. Dan perselingkuhan akan terjadi jika dalam lingkungan seseorang terdapat sosok yang selalu memperhatikan. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Tidak bagi peselingkuh dan pasangannya. Ketidak nyamanan yang tercipta harus diatasi dan diselesaikan dalam waktu singkat.
Seks
Ketidaktertarikan untuk berhubungan seks memberi sumbangan yang tidak sedikit pada perselingkuhan. Menurut Menurut konsultan seksologi, Dr Boyke Dian Nugraha, gairah yang menurun, cara berhubungan seks yang membosankan, dan suasana yang tidak mendukung saat melakukan hubungan seks menjadi sebab hilangnya ketertarikan seks.
Faktor hilangnya ketertarikan seksual menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr Boyke menyumbang 28% kasus perselingkuhan.
Bosan
Dalam berumah tangga tidak mungkin tidak ada komunikasi dengan pasangan. Komunikasi seperti apa yang dijalin sangat mempengaruhi kenyamanan dalam hidup berpasangan. Jika perjumpaan dengan pasangan menghasilkan perselisihan pendapat maka itu artinya pasangan berada dalam ambang kebosanan.
Atau, setiap pembicaraan yang dijalin selalu dimulai dengan keluhan atau ketidaksukaan terhadap kegiatan pasangan, hal ini juga berarti sudah terjadi kebosanan. Apalagi jika dalam perselisihan muncul kata-kata bosan, capek, lelah, apa maumu, dan lain-lain. Sebaiknya pasangan harus segera memperbaiki komunikasi.
Mencari cinta
Peselingkuh memang sering terjadi karena pasangan merasa kehilangan cinta, atau merasa tidak dicintai. Tetapi bukan berarti hubungan cinta yang harmonis juga aman dari selingkuh.
Sebuah penelitian menunjukkan, 56% pria yang berselingkuh memiliki rumah tangga bahagia, atau tidak bermasalah dengan kehidupan asmaranya.
Selingkuh, tidak selalu karena seseorang sudah tidak mencintai kekasihnya. Ingin mencari tantangan, bosan dengan rutinitas, kesepian atau meningkatkan ego juga bisa menjadi penyebab orang berselingkuh.
Perselingkuhan bisa dilakukan oleh siapapun. Tidak harus ada yang disalahkan, tidak boleh ada penyesalan. Perbaiki masalah sebelum menuai masalah baru.