fhc
Funny Quotes
If it's true that girls are inclined to marry men like their fathers, it is understandable why so many mothers cry so much at weddings.
OUR PARTNERS
Kumpulan Atlet yang Penuh Kemujuran
Maradona, salah satu atlet penuh kemujuran
Maradona, salah satu atlet penuh kemujuran

Ada pepatah Amerika Serikat mengatakan: "Anda lebih baik menjadi seorang yang mujur daripada menjadi seorang yang hebat. Dan sebaiknya Anda mempunyai sebuah kemujuran, karena Anda bukanlah seorang yang hebat."

Selama 10 hari terakhir timnas Inggris di bawah asuhan Roy Hodgson memberi makna baru pada pepatah itu. Pada pertandingan pertama dapat dilihat Prancis menghasilkan puluhan tembakan ke gawang Inggris tapi selalu melebar. Sementara itu upaya satu sundulan ke gawang Prancis berbuah gol untuk Inggris.

Kemujuran tersebut berlanjut ketika Inggris harus berhadapan dengan Swedia. Theo Walcott dalam satu kesempatan berspekulasi dengan menendang bola ke arah gawang di tengah-tengah padatnya pertahanan, kiper lawan pun salah langkah dalam mengantisipasi arah datangnya bola.

Dilanjutkan dengan gol Ukraina yang dianggap tidak sah. Padahal dari tayangan ulang terlihat John Terry menyapu bola yang sebenarnya sudah melewati garis gawang. Kejadian itu mematahkan perkataan Michel Platini yang menyatakan bahwa sepasang mata manusia akan bekerja lebih baik daripada kamera digital 1000 frame per second yang melaporkan kembali ke komputer canggih.

Inggris adalah salah satu tim yang dinaungi keberuntungan di pergelaran Piala Eropa edisi 2012. Bahkan jika gol hantu Ukraina diberikan dan tuan rumah dapat kembali mencetak gol, hal tersebut tidak akan menghentikan laju The Three Lions ke perempat final. Karena apa pun hasil Prancis melawan Swedia, Inggris bisa tetap lolos walau berakhir imbang karena selisih gol.

Berangkat dari peristiwa-peristiwa yang “serba mujur” tersebut, berikut adalah beberapa kejadian yang penuh dengan keberuntungan yang terjadi di arena olahraga.

Gol Tangan Tuhan Maradona

Bintang Argentina, Diego Maradona memiliki segalanya. Keterampilan mengolah bola yang luar biasa dan perannya yang besar ketika berada di dalam lapangan, berhasil membuatnya menjadi salah satu legendaris di dunia sepakbola. Namun ada satu hal yang menjadi kekurangan sang legendaris, yaitu tinggi badan.

Kekurangan tersebut tampaknya gagal mendapatkan perhatian dari wasit atau hakim garis. Kedua ofisial pertandingan tersebut terlihat tidak pernah berpikir bahwa satu-satunya cara bagi striker setinggi 1,65 meter itu bisa melompati Peter Shilton, (6'1 kaki) demi memenangkan bola adalah dengan menggunakan tangan.

Dan itulah yang ia lakukan di menit ke-51 babak perempat final Piala Dunia 1986 melawan Inggris. Meski para pemain Inggris melakukan protes, gol tersebut tetap disahkan. Hingga saat ini, gol tersebut kemudian dikenal dengan sebutan 'Gol Tangan Tuhan'.

Namun Maradona 'membayar' dosa tersebut dengan mencetak gol spektakuler. Ia berhasil menceploskan bola ke dalam gawang Inggris dengan keterampilannya mengolah bola dengan melewati lima pemain Inggris.

Allan Wells menjadi manusia tercepat di dunia

Pelari Skotlandia itu mendapatkan dua macam keberuntungan untuk menjadi peraih medali emas Olimpiade di nomor 100 meter putra di Moskow pada 1980.

Keberuntungannya yang pertama, adalah ketidakhadiran dari sebagian besar pesaing utamanya di ajang Olimpiade Moskow. Hal tersebut disebabkan oleh boikot yang dilakukan oleh Negara Amerika Serikat.

Keberuntungannya yang kedua adalah, keputusan sepersekian detiknya untuk melirik pelari Kuba Silvio Leonard saat keduanya bersaing ketat di lintasan. Berkat lirikan tersebut, Allan Wells akhirnya membuat keputusan untuk mencondongkan dirinya ke pita finish demi mencatat kemenangan.

Pada saat itu, ia mencondongkan badan di sudut sempit. Pada akhirnya, usaha yang dilakukan Wells tersebut membuahkan hasil. Wells dinobatkan menjadi juara walaupun ia mencetak waktu yang sama dengan Leonard, yaitu 10,25 detik.

Wells secara kebetulan kemudian mengalahkan dua pelari tercepat Amerika Serikat tahun itu, Mel Lattany dan Stanley Floyd, dalam sebuah pertandingan.

Chicago Bulls Dapatkan Michael Jordan

Di tahun 1984, Chicago Bulls gagal mendapatkan prestasi terbaiknya. Alhasil, pihak manajemen memutuskan untuk mencari seorang pemain yang lebih mempunyai insting untuk menyerang. Tapi untungnya, dua pesaing utamanya saat itu, Houston Rockets dan Portland Trail Blazers, justru sedang sangat membutuhkan pemain bertahan, yang artinya mereka tidak membutuhkan pemain dengan naluri mencetak angka.

Hal itu membuat Bulls leluasa untuk memilih pemain College of the Year (Pemain Mahasiswa Terbaik Tahun Ini) yaitu Michael Jordan. Berkat kejelian dari pihak perekrutan Bulls, akhirnya Jordan menjadi salah satu pemain terpenting yang mengangkat derajat Chicago Bulls dan kemudian menjadi pemain basket terbaik abad ini.

(andreas@oktomagazine.com)

read this
x
Konsultasi Psikologi
OktoTips
Okto Radio
101.0 Jak FM
101.0 Jak FM
98.7 Gen FM
98.7 Gen FM
Do You Know ?
The ice that covers 98% of Antarctica holds 90% of the worlds fresh water.