Hingar binger Piala Eropa 2012 telah berakhir. Kini, para pemain sepakbola telah kembali ke klubnya masing-masing untuk menjalani persiapan demi menyambut musim kompetisi sepakbola 2012-2013. Layaknya memeriahkan musim kompetisi baru, adalah sebuah tradisi bagi klub-klub sepakbola untuk merilis jersey atau kostum resmi untuk menjalani pertandingan-pertandingan nantinya.
Banyak pendapat yang menyebutkan bahwa desain sebuah kostum sepakbola adalah sebuah perwujudan dari semangat dan filosofi yang diemban oleh sebuah klub sepakbola. Semangat dan filosofi tersebut ditumpahkan di dalam rancangan dan desain yang akan digunakan oleh para pemain sehingga bisa mempresentasikan visi dari sebuah klub saat menjalani berbagai pertandingan-pertandingan wajib.
Pemilihan warna juga menjadi hal yang teramat penting dalam perancangan sebuah kostum sepakbola. Hingga saat ini, telah cukup banyak klub sepakbola yang memiliki nama julukan yang diambil dari warna kostum kebesarannya. Sebut saja dua klub asal Inggris, yaitu Liverpool yang mempunyai julukan “The Reds”, Chelsea yang juga mengusung nama “The Blues”, atau klub Italia Udinese yang kerap disebut dengan nama “Il Zebrette” yang berarti “Kuda Zebra Kecil”, merujuk pada kostum hitam putihnya.
Klub Internazionale Milan sendiri baru saja merilis kostum terbarunya untuk menyambut musim kompetisi 2012-2013. Nike, selaku sponsor pembuat jersey, berujar bahwa desain kostum Inter Milan yang mereka usung untuk musim ini adalah sebuah representasi kehormatan dari tim itu sendiri. Warna merah yang tegas di kostum kedua Inter, disebut sebagai salah satu simbol dari kehebatan klub itu sendiri.
Namun sayangnya, pendapat tersebut tidak disetujui oleh para pendukung Inter Milan itu sendiri. Pasalnya, warna merah adalah warna kebesaran dari salah satu lawan terberat sekaligus rival sekota mereka, yaitu AC Milan. Para tifosi tersebut menyebutkan bahwa warna yang dilaburkan pada kostum tersebut adalah sebuah bentuk pengkhianatan bagi identitas dan tradisi klub.
Bahkan The Curva Nord, sebutan bagi kelompok ultras dan pendukung garis keras Inter Milan, telah menuliskan surat kepada Massimo Moratti, presiden sekaligus pemilik klub. Dalam surat tersebut, para pendukung Inter menyuarakan pendapat dan mengancam bahwa mereka akan memboikot penjualan kostum Inter terbaru.
“Sebuah penghinaan terhadap sejarah dan tradisi (Inter Milan),” ungkap seorang pendukung seperti tertera di dalam surat tersebut. “Warna itu adalah milik klub lain. Kami seperti dipukul di kedua mata, lalu kembali dihajar di bagian perut sehingga kami tidak bisa bernafas.
Kelompok garis keras tersebut juga menyebutkan bahwa warna merah hanya bisa diletakkan di dalam kostum bila dipadukan warna hijau dan putih untuk mempresentasikan warna bendera Italia dan menyimbolkan Juara Italia. “Kami mendesak para pendukung Inter Milan untuk tidak membeli kostum ini dan sebaiknya mereka juga tidak datang ke stadion dengan menggunakan jersey baru ini,” ungkap salah satu suporter garis keras tersebut.
Peristiwa penolakan suporter Inter Milan di Italia ini bukanlah satu-satunya kejadian di kancah sepakbola. Baru-baru ini, pendukung tim Manchester City juga menunjukkan ketidaksukaannya terhadap kostum terbaru yang berwarna merah marun. Mereka berpendapat bahwa warna tersebut menunjukkan bahwa mereka adalah tim sepakbola terbaik kedua di tanah Inggris. Pendapat tersebut dipercaya merujuk kepada pesaing abadinya, Manchester United.